Putro Agus Harnowo - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Melakukan olahraga sendirian terkadang membosankan dan sulit dijaga konsistensinya. Melakukan olahraga bersama pasangan akan jauh lebih menyenangkan dan memperkuat hubungan.
Seperti dilansir Nine MSN, Selasa (10/4/2012), berikut adalah beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan bersama pasangan.
Tinju atau kickboxing
Berlatih tinju dapat menjadi olahraga yang menyenangkan bersama pasangan. Di sela-sela bertinju, beberapa aktivitas lain dapat dimasukkan seperti berjalan singkat dan melatih kekuatan tubuh bagian bawah atau perut.
Jika pasangan pria dianggap terlalu kuat untuk wanita, ubahlah gaya latihan. Ganti olahraga untuk melatih kekuatan pukulan dengan latihan memukul cepat. Pasangan wanita harus bisa memukul sekeras mungkin. Agar lebih banyak membakar energi, cobalah lakukan kickboxing.
Oper bola
Pasangan duduk terpisah sekitar 1 meter dengan menghadap arah yang sama, bukan berhadap-hadapan. Pastikan lutut tidak ditekuk dan telapak kaki menghadap ke depan. Saat salah satu pasangan memegang bola seberat 5 kg, kedua pasangan menarik badan ke belakang sebesar 30 derajat dan pastikan punggung tetap lurus.
Putar badan ke samping dan berikan bola kepada pasangan. Setelah menerima bola, rebahkan badan hingga hampir menyentuh tanah kemudian oper kembali kepada pasangan. Terus lakukan pola ini sampai kedua pasangan tidak lagi dapat melakukan oper bola dengan teknik yang bagus.
Jongkok bersamaan
Berdiri menghadap pasangan dengan kaki berjarak sekitar 30 cm sambil berpegangan tangan. Salah satu pasangan kemudian jongkok sampai pantat hampir menyentuh tanah. Pasangan yang tidak jongkok mengikuti posisi jongkok pasangannya dengan menurunkan pantat sedikit ke bawah dan menekuk lutut 90 derajat dengan tetap memegang tangan pasangan.
Pertahankan agar punggung tetap lurus sambil tetap menatap mata pasangan. Kedua pasangan bangkit bersamaan dan bergantian melakukan posisi jongkok dan tidak jongkok.
Gerobak kaki
Salah satu pasangan melakukan posisi push-up, sedangkan pasangan lainnya mengangkat kedua kaki pasangannya sambil lutut sedikit ditekuk dan punggung tetap lurus. Pegang kaki pasangan sehingga kedua kaki terangkat dan tubuhnya lurus horisontal.
Lepas pegangan di kaki kanan dan pasangan akan menahannya kakinya agar tidak terjatuh dan memukul tanah. Peganglah kaki kanan lagi dan kemudian lepaskan kaki lainnya. Jika ingin lebih seru, jangan memberitahu pasangan kaki apa yang akan dilepas.
Tiarap dan tangan bersentuhan
Lakukan posisi push-up dengan pasangan terpisah berjarak 1 meter dan kepala saling berhadapan. Pastikan tubuh segaris lurus dari kepala ke lutut atau kaki. Kaki boleh dibuka lebar.
Kedua pasangan mengangkat tangan kanan dan saling menyentuhkan telapak tangan. Letakkan tangan kembali ke tanah dan ganti lakukan dengan tangan kiri. Lakukan gerakan ini tanpa memutar panggul atau kehilangan kontrol tubuh.
Tuesday, 10 April 2012
Pria yang Jarang Sarapan Berisiko Kena Diabetes Tipe 2
Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sarapan bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Ilmuwan telah memperingatkan laki-laki yang sering melewatkan waktu sarapan memiliki kemungkinan kena diabetes 20 persen lebih tinggi.
Studi yang melibatkan 3.000 orang memberikan bukti bahwa sarapan teratur bisa mengurangi risiko diabetes. Hal ini berkesinambungan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan sarapan sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Medicine ini melibatkan laki-laki yang tidak memiliki diabetes di awal penelitian. Namun ternyta laki-laki yang tidak kelebihan berat badan serta memiliki pola makan yang sehat juga berisiko kena diabetes jika melewatkan sarapan.
Partisipan yang hampir tidak pernah sarapan memiliki peningkatan risiko sebesar 21 persen dibanding laki-laki yang sarapan. Sedangkan laki-laki yang makan dengan benar 1-2 kali dalam sehari risikonya 25 persen lebih mungkin terkena diabetes dibanding yang makan benar 3 kali sehari.
Tim Harvard menuturkan memiliki makan 3 kali sehari termasuk sarapan menjadi pola makan yang optimal untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2. Serta sarapan juga terbukti mengurangi tingkat low-density lipoprotein yaitu kolesteroljahat yang bertanggung jawab terhadap penyumbatan arteri sekitar jantung.
"Jenis makanan untuk sarapan juga penting, kami merekomendasikan diet seimbang yang sehat, kaya buah, sayuran, rendah lemak, gula dan garam," ujar Dr Iain Frame, direktur penelitian di Diabetes UK, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (10/4/2012).
Selain bisa membantu mengurangi risiko diabetes, sarapan yang teratur juga bisa mempertahankan berat badan sehat, mengurangi rasa lapar sehingga mencegah cemilan tidak sehat, serta memberikan lebih banyak energi untuk beraktivitas.
Manfaat lain yang didapat jika mengonsumsi sarapan sehat adalah mampu mengurangi stres dan meningkatkan kinerja mental serta fisik sepanjang hari. Untuk itu sebaiknya jangan lewatkan sarapan setiap harinya.
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sarapan bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Ilmuwan telah memperingatkan laki-laki yang sering melewatkan waktu sarapan memiliki kemungkinan kena diabetes 20 persen lebih tinggi.
Studi yang melibatkan 3.000 orang memberikan bukti bahwa sarapan teratur bisa mengurangi risiko diabetes. Hal ini berkesinambungan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan sarapan sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Medicine ini melibatkan laki-laki yang tidak memiliki diabetes di awal penelitian. Namun ternyta laki-laki yang tidak kelebihan berat badan serta memiliki pola makan yang sehat juga berisiko kena diabetes jika melewatkan sarapan.
Partisipan yang hampir tidak pernah sarapan memiliki peningkatan risiko sebesar 21 persen dibanding laki-laki yang sarapan. Sedangkan laki-laki yang makan dengan benar 1-2 kali dalam sehari risikonya 25 persen lebih mungkin terkena diabetes dibanding yang makan benar 3 kali sehari.
Tim Harvard menuturkan memiliki makan 3 kali sehari termasuk sarapan menjadi pola makan yang optimal untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2. Serta sarapan juga terbukti mengurangi tingkat low-density lipoprotein yaitu kolesteroljahat yang bertanggung jawab terhadap penyumbatan arteri sekitar jantung.
"Jenis makanan untuk sarapan juga penting, kami merekomendasikan diet seimbang yang sehat, kaya buah, sayuran, rendah lemak, gula dan garam," ujar Dr Iain Frame, direktur penelitian di Diabetes UK, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (10/4/2012).
Selain bisa membantu mengurangi risiko diabetes, sarapan yang teratur juga bisa mempertahankan berat badan sehat, mengurangi rasa lapar sehingga mencegah cemilan tidak sehat, serta memberikan lebih banyak energi untuk beraktivitas.
Manfaat lain yang didapat jika mengonsumsi sarapan sehat adalah mampu mengurangi stres dan meningkatkan kinerja mental serta fisik sepanjang hari. Untuk itu sebaiknya jangan lewatkan sarapan setiap harinya.
Monday, 12 March 2012
Ekstrak Daun Jambu Biji Sembuhkan Demam Berdarah
Sumber: Cyber Kompas, Kamis, 11 Maret 2004,
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)
DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).
Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.
Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak
Insider Doctors And Scientists Share The Solution For Any Health Care Crisis. Easy To Follow Step By Step Applications. For Health Care Professionals And Families. for detail Click Here!
This E-book And Video Training Program, Teaches Men How To Give Their Woman An Erotic And Sensual Massage, To Get Her In The Mood For Sex. 75% Commissions Per Sale! Click Here! for detail
Foreverman: Beat Premature Ejac and Last Longer During Sex Click Here!
toksik.
Hambat virus dengue
Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.
Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.
"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.
Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.
Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.
Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana.
Subscribe to:
Posts (Atom)