1. HOMOCYSTEINE
PENJELASAN UMUM
- Merupakan senyawa antara yg dihasilkan pada metabolisme metionin,suatu asam amino essensial
- Peningkatan homocysteine merupakan faktor resiko untuk penyakit perifer,serebro dan kardiovaskuler.
- Peningkatan homocyteine juga dihubungkan dengan Neural Tube Defect(NTD), down syndrome dan gangguan lainnya pada bayi.
ASPEK KLINIS
Indikasi :
Pasien yg disarankan untuk melakukan pemeriksaan homocystein adalah pasien dgn PJK atau memiliki resiko yang tinggi untuk PJK. Beberapa data yg mendukung rekomendasi ini ialah:
- Populasi umum: Skrining tHcy tidak dibutuhkan
- Pasien PJK > 40 tahun: tHcy diperiksa satu kali untuk menyingkirkan kemungkinan homositinuria.
- Pasien yang memiliki resio tinggi untuk PJK: tHcy pelu diperiksa secara berkala tiap 3-5 tahunn sekali dan digunakan sbg faktor prognostik untuk kejadian dan mortalitas PJK.
- Pasien dengan tHcy > 15 umol/L (>30 umol/L pada gagal ginjal).Pasien tersebut memiliki resiko tinggi untuk terkena PJK.Dibutuhkan perubahan gaya dan terapi medik yang optimal untuk memperbaiki faktor resiko yang konvensional. Peningkatan kadar tHcy yg dikombinasi dengan penurunan kadar vitamin harus dievaluasi sebagai defisiensi vitamin dan diobati dengan segera.
bersambung
Tuesday, 30 June 2009
Thursday, 28 May 2009
Tips Menggunakan Kondom
Bila Anda dan pasangan sepakat memutuskan menunda kehamilan, sudah saatnya memakai alat kontrasepsi. Namun, masalah kontrasepsi ini jangan seluruhnya ditimpakan kepada wanita. Anda pun bisa turut serta membantu mereka dengan cara menggunakan kondom.
Pada umumnya kondom terbuat dari bahan dasar karet yang didesain khusus elastis dan tidak dapat ditembus cairan. Pengetahuan yang cukup mengenai kondom mutlak diperlukan agar hal-hal yang mungkin tidak diinginkan dapat dikurangi resikonya.
Kondom yang ada sekarang ini sangat bervariasi baik dalam segi bentuk maupun rasa. Dalam hal bentuk, kondom bisa berupa kondom biasa, bergerigi, bersungut, berambut, baggy, ekstension, dan sebagainya. Dalam hal rasa, kondom juga memiliki aneka rasa; buah-buahan, mint, dan lainnya.
Berikut ini adalah tips dan cara memakai kondom yang benar :
1. Jangan membuka bungkus kondom di tengah karena dapat ikut merobek karet kondom yang ada di dalamnya. Lebih baik, sobek pada bagian pinggir. Lakukan dengan hati-hati. Bila sobek, buang dan beli lagi yang baru.
2. Pakai kondom saat penis sedang tegang maksimal. Agar tak keburu 'melempem' karena rangsangan terhenti, Anda bisa meminta bantuan pasangan.
3. Berikan ruang yang cukup pada ujung kondom. Jangan dipakaikan semua agar ada ruang untuk udara yang mungkin timbul, serta untuk menampung cairan semen yang mungkin keluar secara tiba-tiba. Pakaikan seperti memakai kaos kaki yang ujungnya disisakan.
4. Pakai kondom dengan cara menggulung lipatannya, bukan dengan cara dipanjangkan dulu baru dipakaikan.
5. Jangan oleskan kondom pada cairan berminyak karena dapat merusak bahan karet, sehingga kondom dapat jebol sewaktu-waktu tanpa diduga.
6. Jika kondom robek 'di tengah jalan', segera hentikan 'permainan' dan segera pasang kondom baru.
7. Buang kondom bekas yang sudah Anda pakai ke tempat sampat yang jauh dari jangkauan anak-anak, agar kuman dan bibit penyakit menular seksual yang mungkin saja ada tidak menulari anggota keluarga Anda. Ikat kondom agar sperma tidak tumpah kemana-mana.
8. Beli kondom asli, jangan yang bajakan atau tiruan, karena bisa saja kualitasnya jelek.
Sumber : Dechacare.com
Pada umumnya kondom terbuat dari bahan dasar karet yang didesain khusus elastis dan tidak dapat ditembus cairan. Pengetahuan yang cukup mengenai kondom mutlak diperlukan agar hal-hal yang mungkin tidak diinginkan dapat dikurangi resikonya.
Kondom yang ada sekarang ini sangat bervariasi baik dalam segi bentuk maupun rasa. Dalam hal bentuk, kondom bisa berupa kondom biasa, bergerigi, bersungut, berambut, baggy, ekstension, dan sebagainya. Dalam hal rasa, kondom juga memiliki aneka rasa; buah-buahan, mint, dan lainnya.
Berikut ini adalah tips dan cara memakai kondom yang benar :
1. Jangan membuka bungkus kondom di tengah karena dapat ikut merobek karet kondom yang ada di dalamnya. Lebih baik, sobek pada bagian pinggir. Lakukan dengan hati-hati. Bila sobek, buang dan beli lagi yang baru.
2. Pakai kondom saat penis sedang tegang maksimal. Agar tak keburu 'melempem' karena rangsangan terhenti, Anda bisa meminta bantuan pasangan.
3. Berikan ruang yang cukup pada ujung kondom. Jangan dipakaikan semua agar ada ruang untuk udara yang mungkin timbul, serta untuk menampung cairan semen yang mungkin keluar secara tiba-tiba. Pakaikan seperti memakai kaos kaki yang ujungnya disisakan.
4. Pakai kondom dengan cara menggulung lipatannya, bukan dengan cara dipanjangkan dulu baru dipakaikan.
5. Jangan oleskan kondom pada cairan berminyak karena dapat merusak bahan karet, sehingga kondom dapat jebol sewaktu-waktu tanpa diduga.
6. Jika kondom robek 'di tengah jalan', segera hentikan 'permainan' dan segera pasang kondom baru.
7. Buang kondom bekas yang sudah Anda pakai ke tempat sampat yang jauh dari jangkauan anak-anak, agar kuman dan bibit penyakit menular seksual yang mungkin saja ada tidak menulari anggota keluarga Anda. Ikat kondom agar sperma tidak tumpah kemana-mana.
8. Beli kondom asli, jangan yang bajakan atau tiruan, karena bisa saja kualitasnya jelek.
Sumber : Dechacare.com
Glibenclamide
Indikasi:
Diabetes militus pada orang dewasa, tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet saja.
Kontra Indikasi:
Glibenklamida tidak boleh diberikan pada diabetes militus juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat dan wanita hamil.
Gangguan fungsi hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal.
Ibu menyusui:
- Diabetes militus dan komplikasi (demam, trauma, gangren).
- Pasien yang mengalami operasi.
Komposisi:
Tiap kaptab mengandung glibenklamida 5 mg.
Cara Kerja Obat:
Glibenklamida adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja aktif menurunkan kadar gula darah. Glibenklamida bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamida hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. Pada penggunaan per oral glibenklamida diabsorpsi sebagian secara cepat dan tersebar ke seluruh cairan ekstrasel, sebagian besar terikat dengan protein plasma. Pemberian glibenklamida dosis tunggal akan menurunkan kadar gula darah dalam 3 jam dan kadar ini dapat bertahan selama 15 jam. Glibenklamida diekskresikan bersama feses dan sebagai metabolit bersama urin.
Dosis:
Dosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7 hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai kontrol metabolit optimal tercapai.
Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.
Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.
Peringatan dan Perhatian:
- Pada keadaan stress, terapi dilakukan harus dengan insulin.
- Hati-hati bila diberikan pada orang yang lanjut usia.
Efek Samping:
Kadang-kadang terjadi gangguan saluran cerna seperti: mual, muntah dan nyeri epigastrik.
Sakit kepala, demam, reaksi alergi pada kulit.
Interaksi Obat:
- Efek hipoglikemia ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarina, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamida.
- Efek hipoglikemia diturunkan oleh adrenalin, kortikosteroid, tiazida.
Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30 derajat Celcius) dan tempat kering.
Kemasan:
Glibenklamida 5 mg kaptab, botol 100 kaptab.
Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 strip @ 10 kaptab.
Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 blister @ 10 kaptab.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Kaplet
Produsen: PT Indofarma
Diabetes militus pada orang dewasa, tanpa komplikasi yang tidak responsif dengan diet saja.
Kontra Indikasi:
Glibenklamida tidak boleh diberikan pada diabetes militus juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat dan wanita hamil.
Gangguan fungsi hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal.
Ibu menyusui:
- Diabetes militus dan komplikasi (demam, trauma, gangren).
- Pasien yang mengalami operasi.
Komposisi:
Tiap kaptab mengandung glibenklamida 5 mg.
Cara Kerja Obat:
Glibenklamida adalah hipoglikemik oral derivat sulfonil urea yang bekerja aktif menurunkan kadar gula darah. Glibenklamida bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari pankreas. Oleh karena itu glibenklamida hanya bermanfaat pada penderita diabetes dewasa yang pankreasnya masih mampu memproduksi insulin. Pada penggunaan per oral glibenklamida diabsorpsi sebagian secara cepat dan tersebar ke seluruh cairan ekstrasel, sebagian besar terikat dengan protein plasma. Pemberian glibenklamida dosis tunggal akan menurunkan kadar gula darah dalam 3 jam dan kadar ini dapat bertahan selama 15 jam. Glibenklamida diekskresikan bersama feses dan sebagai metabolit bersama urin.
Dosis:
Dosis awal 1 kaptab sehari sesudah makan pagi, setiap 7 hari ditingkatkan dengan 1/2 - 1 kaptab sehari sampai kontrol metabolit optimal tercapai.
Dosis awal untuk orang tua 2.5 mg/hari.
Dosis tertinggi 3 kaptab sehari dalam dosis terbagi.
Peringatan dan Perhatian:
- Pada keadaan stress, terapi dilakukan harus dengan insulin.
- Hati-hati bila diberikan pada orang yang lanjut usia.
Efek Samping:
Kadang-kadang terjadi gangguan saluran cerna seperti: mual, muntah dan nyeri epigastrik.
Sakit kepala, demam, reaksi alergi pada kulit.
Interaksi Obat:
- Efek hipoglikemia ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarina, inhibitor MAO, fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamida.
- Efek hipoglikemia diturunkan oleh adrenalin, kortikosteroid, tiazida.
Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu kamar (di bawah 30 derajat Celcius) dan tempat kering.
Kemasan:
Glibenklamida 5 mg kaptab, botol 100 kaptab.
Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 strip @ 10 kaptab.
Glibenklamida 5 mg kaptab, kotak 10 blister @ 10 kaptab.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Jenis: Kaplet
Produsen: PT Indofarma
Subscribe to:
Posts (Atom)