Cak Hendrie datang lagi nih..bawa oleh2 cerita tentang Anti CCP IgG,apa sih anti ccp IgG tu...yawda sok atu kita bahas rame-rame...
Apa itu Rheumatoid Arthitis(RA)?
Rheumatoid Arthritis ato yg biasa disingkat RA adalah penyakit autoimun (peny.yg terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yg mengakibatkan peradangan dlm waktu lama pada sendi.Penyakit ini menyerang persendian,biasanya mengenai banyak sendi yg ditandai dg radang pada membran sinovial dan struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.
Berdasarkan study RA lebih banyak terjadi pada wanita daripada kasus yang terjadi pada pria.
Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari ,pergelangan tangan ,bahu lutut dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yg lain yaitu berupa demam, nafsu makan turun,berat badan menurun, lemah, dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rhematoid Arthritis diderita pada usia diatas 18 tahun dan berkisar 0,1 % sampai dengan 0,3 % dari jumlah penduduk Indonesia.
Gejala RA :
RA umumnya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu :
1. Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari.
2. Bengkak pada tiga atau lebih sendi pada saat yang bersamaan.
3. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan.
4. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris(nyeri pada sendi yang sama dikedua sisi tubuh.) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.
Pada tahap yang lebih lanjut,RA dapat dikarakterisasi juga dengan adanya nodul-nodul rheumatoid, konsentrasi rheumatoid faktor(RF) yg abnormal dan perubahan radiografi yg meliputi erosi tulang.
PENANDA RA YANG TERDAHULU
Rheumatoid Factor(RF) merupakan antibodi yg sering digunakan dlm diagnosis RA dan sekitar 75 % individu yg mengalami RA juga memiliki nilai RF yg positif. kelemahan RF antara lain krn nilai RF positif juga terdapat pd kondisi penyakit autoimun lainnya ,infeksi kronik, dan bahkan terdapat pada 3-5 % poulasi sehat.(terutama individu usia lanjut)
ANTI -CCP IgG
Merupakan penanda RA yg baru dan banyak digunakan dalam diagnosis kondisi RA. Beberapa kelebihan Anti-CCP IgG dalam kondisi RA antara lain:
1. Anti CCP IgG dapat timbul jauh sebelum gejala klinik RA muncul.
2. Anti CCP IgG sangat specifik untuk kondisi RA
3. Anti CCP IgG dapat menggambarkan resiko kerusakan sendi lebih lanjut.
Ya begitulah ngobrol-ngobrol kita tentang rhematod arthritis, gimana cara deteksinya dan lain-lain.....ok kita cukupkan dulu...sampai ketemu dengan postingan yang lain dari cak hendrie....dan INGAT BESOK TANGGAL 8 JULI 2009 JANGAN LUPA DATANG KE TPS TERDEKAT UNTUK MENYONTRENG PRESIDEN KITA...HIDUP INDONESIA ...DAN MERDEKA....!!!!!
Tuesday, 7 July 2009
Vaginoplasty, Saat Vagina Kembali Kencang
Vaginoplasty, operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina, semakin diminati dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu juga diketahui apa yang mendorong orang melakukannya.
Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.
Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.
Penyebabnya, kelahiran seorang anak
Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.
Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.
Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.
Labioplasty
Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.
Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.
Sumber: Dechacare.com
Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.
Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.
Penyebabnya, kelahiran seorang anak
Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.
Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.
Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.
Labioplasty
Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.
Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.
Sumber: Dechacare.com
Alasan Bayi Tidak Mau Minum Asi (Menyusu)
Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh:
1. Kurang sehat.
Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak menyusu.
2. Kesakitan.
Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.
3. Tersumbat hidungnya.
Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas.
4. Sariawan.
Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.
5. Sedang tumbuh gigi.
Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.
6. Mengantuk.
Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.
7. Bingung puting.
Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang sangat berbeda dengan mengisap dot.
8. Tidak mampu `mengambil' cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.
Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.
9. Ingin `melawan' perlakuan yang tidak menyenangkan.
Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan' , ia pun menolak menyusu.
10. Terganggu isapannya.
Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.
11 Dibatasi jadwal menyusunya.
Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.
12 Terganggu semburan ASI.
Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.
13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.
Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok' menyusu.
Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya.
Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-main dulu.
Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar.
Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Sementara untuk obat-obat modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep penambah ASI.
Sumber:dechacare.com
1. Kurang sehat.
Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau frustrasi, dan menolak menyusu.
2. Kesakitan.
Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia menyusu.
3. Tersumbat hidungnya.
Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena kesulitan bernafas.
4. Sariawan.
Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.
5. Sedang tumbuh gigi.
Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.
6. Mengantuk.
Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.
7. Bingung puting.
Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang sangat berbeda dengan mengisap dot.
8. Tidak mampu `mengambil' cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.
Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.
9. Ingin `melawan' perlakuan yang tidak menyenangkan.
Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya `perlawanan' , ia pun menolak menyusu.
10. Terganggu isapannya.
Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.
11 Dibatasi jadwal menyusunya.
Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.
12 Terganggu semburan ASI.
Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.
13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.
Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok' menyusu.
Cobalah dicek alasan alasan diatas, mana yang paling sesuai dengan kondisi ibu dan anaknya.
Tetapi yang jelas, teruslah berusaha, dan berikan ketenangan pada ibunya, karena ibu yang gelisah juga akan mempengaruhi bayinya, mungkin baik juga mengajaknya si anak bermain-main dulu.
Mengenai cara memperlancar produksi ASI. cara utama sebenarnya dengan terus memberinya ASI, karena dengan jarang memberikan ASI maka produksi ASIpun akan menurun, maka jika si BAYI tidak mau menyusui sebaiknya ASI tetap di pompa keluar.
Mengenai makanan banyak ibu ibu mengatakan memakan daun katuk atau buah pepaya muda yang direbut akan meningkatkan ASI, dan tentu harus ditambah dengan makanan bergizi lainnya. Sementara untuk obat-obat modern, bisa menghubungi dokter kandungan untuk meminta resep penambah ASI.
Sumber:dechacare.com
Subscribe to:
Posts (Atom)